Rechercher dans ce blog

Tuesday, January 7, 2020

Kisah Bayi-Bayi Kuat di Tengah Pengungsian Banjir dan Longsor | merdeka.com - Merdeka.com

Kisah Bayi-Bayi Kuat di Tengah Pengungsian Banjir dan Longsor Korban banjir mengungsi di GOR Pengadegan. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Bayi perempuan berusia empat bulan itu tampak tenang di gendongan Sakina, ibunya. Dia tidak terganggu dengan riuhnya suasana di pengungsian korban banjir di MTS Aljihadiyah Bintaro Jakarta Selatan. Nama bayi itu Hanim.

Dilansir Antara, siang itu, tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari Kementerian Sosial tengah mengajak anak-anak korban banjir bermain dan bernyanyi. Sebagai salah satu upaya menghilangkan trauma akibat bencana banjir yang melanda pemukiman tersebut.

Hanim hanya melihat keriuhan orang-orang. Tapi tidak terlihat kegelisahan di wajahnya. Dia juga tidak menangis saat ada yang menyentuh tubuhnya.

Padahal tubuh mungil itu mengalami luka-luka kecil di punggungnya akibat tergores benda-benda yang mengapung saat banjir terjadi.

Sakina menceritakan, banjir yang terjadi saat hari pertama di tahun 2020 itu begitu cepat meluluhlantakkan seluruh isi rumah kontrakannya yang tidak jauh dari Kali Pesanggrahan.

Sekitar pukul 05.00 WIB, air kecokelatan mulai masuk rumahnya. Hanya dalam hitungan menit, tinggi air sudah mencapai pinggang orang dewasa. Tak menunggu lama, Sakina hanya berpikir untuk menyelamatkan kedua anaknya, Hanim dan Azzam.

Keduanya dimasukkan ke dalam kulkas yang baru dua hari menghiasi rumah mereka. Dibalut kain, Hanim dimasukkan ke dalam "freezer", sedangkan Azzam yang belum berusia tiga tahun diletakkan di rak bawah kulkas. Ini cara sang ibu menyelamatkan anaknya.

"Kalau tidak dimasukkan ke kulkas mungkin tidak selamat, karena tim evakuasi baru tiba pukul 10.00," kata dia.

Untungnya, kulkas yang dibawa dari rumah mertua itu baru sehari dihidupkan, sehingga suhunya tidak begitu dingin. Kedua anak Sakina bisa masuk dan selamat dari terjangan banjir.

Sakina dan suami, serta kedua anaknya diselamatkan ke rumah tetangga yang berlantai dua. Mereka kemudian bertahan hingga tim penyelamat datang.

Perempuan berhijab panjang berwarna hitam itu baru sebulan tinggal di kontrakan kawasan tersebut. Tak menyangka akan mengalami bencana pada awal tahun. Hingga saat ini, Sakina belum berani melihat rumahnya karena masih dihantui kejadian pada Rabu (1/1) pagi itu.

1 dari 3 halaman

Tak Terduga

Cukup banyak kisah bayi-bayi yang begitu kuat menghadapi bencana. Mereka selamat dengan bantuan yang tak terduga-duga. Ada yang diselamatkan di atas keranjang, diletakkan di kotak plastik sampai datang tim penyelamat, dan lainnya.

Ria, tetangga Sakina, juga terkejut saat banjir hebat menerjang pagi buta. Biasanya, daerah tersebut hanya mengalami genangan saat musim hujan. Bahkan jika intensitasnya cukup ekstrem.

Menggendong Larisa yang masih berusia satu bulan, Ria menceritakan banjir kali ini begitu dahsyat. Pukul 05.00 WIB, dia melihat air sudah masuk dari bagian bawah pintu depan. Tidak berselang lama, air sudah menggenang, tapi dilihat dari jendela, air di luar rumah sudah hampir menyentuh atap rumah.

Karena derasnya air, pintu dapur tidak kuat menahan arus, hingga menjebol pintu dan layaknya air bah, menerjang masuk rumah. Ria bersyukur lantai dua rumahnya bisa menyelamatkan mereka sekeluarga serta para tetangga sekitarnya, termasuk bayi Hanim.

2 dari 3 halaman

Ribuan Bayi dan Anak Mengungsi

Anak-anak menjadi kelompok yang rentan saat terjadi bencana. Meski mereka mungkin tidak paham apa yang terjadi tapi di bawah sadarnya rasa takut itu ada.

Seperti Adifa, bayi berusia 1,5 tahun kerap menangis jika berada di rumah, begitu pula kala hujan, menurut Rumdaya, sang nenek, Adifa trauma dengan air. "Nangis terus kalau di rumah, kalau hujan," kata dia.

Begitu pula dengan Erin yang berusia 17 bulan, akan merengek ketika ada orang tidak dikenal menyentuhnya atau berusaha bercanda dengan bayi berambut ikal itu.

Berdasarkan data pusat krisis kesehatan per 5 Januari 2020, terdapat 11.474 warga DKI Jakarta yang terdampak banjir dan mengungsi. Dari jumlah tersebut, 201 di antaranya adalah bayi dan 2.041 balita, serta 1.487 anak.

Bayi dan balita, serta anak yang masih tergantung dengan orang tuanya mau tidak mau akan ikut mengungsi. Mereka bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas di pengungsian. Tapi, tubuh-tubuh kecil itu bisa tetap tertidur nyenyak meski tidak nyaman dan hanya beralaskan kain yang dihampar di atas tikar.

Entah sampai kapan mereka bisa bertahan di tengah kondisi yang tidak nyaman dan serba kekurangan, sementara penyakit, seperti leptospirosis, diare, DBD (Demam Berdarah Dengue), dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), asam lambung, demam, dan infeksi kulit mengancam setelah banjir.

Tuti, salah seorang pengungsi di Masjid Raya K.H, Hasyim Asy'ari di Rawa Buaya, Jakarta Barat, sangat membutuhkan popok dan makanan bayi.

"Kalau makanan untuk orang dewasa tidak kurang, tapi makanan dan susu bayi tidak ada, kita juga butuh popok," katanya.

3 dari 3 halaman

Korban Banjir dan Longsor

Banjir tidak hanya melanda Ibu Kota Jakarta, tapi juga terjadi di beberapa wilayah lainny akibat curah hujan ekstrem yang turun sejak 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Hujan juga menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Sukajaya, Bogor serta di Lebak, Provinsi Banten.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga 6 Januari 2020 sebanyak 67 orang meninggal dunia di Jabodetabek dan Banten akibat banjir dan tanah longsor.

Salah satu upaya penanganan korban bencana alam adalah dengan layanan dukungan psikososial selain pemenuhan kebutuhan dasar mereka. LDP diperlukan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

[noe]

Let's block ads! (Why?)



"tengah" - Google Berita
January 08, 2020 at 05:04AM
https://ift.tt/2QY6Tm3

Kisah Bayi-Bayi Kuat di Tengah Pengungsian Banjir dan Longsor | merdeka.com - Merdeka.com
"tengah" - Google Berita
https://ift.tt/2STVLJo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

Tornado Watch for parts of Middle Georgia - wgxa.tv

[unable to retrieve full-text content] Tornado Watch for parts of Middle Georgia    wgxa.tv "middle" - Google News December 30...

Postingan Populer