
BETHLEHEM, KOMPAS.com - Pasangan di Palestina tetap menikah di tengah penyebaran virus corona, di mana mereka melakukan langkah pencegahan.
Mempelai perempuan mengenakan gaun panjang berwarna putih, kemudian "mempersenjatai diri" menggunakan masker serta. Begitu juga dengan suaminya.
Di tengah merebaknya virus yang mengakibatkan Covid-19, banyak acara publik yang terpaksa ditiadakan untuk meghindari kontak. Termasuk pesta pernikahan.
Baca juga: Tak Hanya Melawan Israel, Palestina Juga Berjibaku Tangani 39 Kasus Virus Corona
Mereka yang nekat untuk tetap menggelar janji suci, harus mengubah rencana mereka guna menghindarkan para tamu dari virus corona.
Baraa Amarneh dan suaminya, Imad Sharaf, memutuskan untuk menikah meski pun mempelai wanita berasal dari Bethlehem, pusat Covid-19.
Dilansir AFP Jumat (20/3/2020), sebagian besar dari 48 kasus penularan yang terjadi di Palestina tercatat di Region Bethlehem.
Sharaf mengatakan, mereka memutuskan untuk tetap melangsungkan pernikahan tidak hanya karena mereka sudah merencanakannya selama berbulan-bulan.
Pria berusia 25 tahun itu juga ingin menunjukkan, agar warga Palestina bisa tetap melanjutkan meski terjadi wabah SARS-Cov-2.
Baca juga: Israel dan Palestina Kompak Lawan Virus Corona, Gereja Betlehem Ditutup
Ucapan Sharaf merujuk kepada keputusan pemerintah kota tempat Yesus Kristus lahir untuk menerapkan lockdown. Setiap orang dilarang keluar selama dua pekan.
Sharaf, yang berasal dari desa dekat Hebron, sekitar 20 kilometer selatan Bethlehem, harus mengantongi izin khusus dari otoritas.
Dia membutuhkan izin itu untuk menjemput pengantinnya, dan kemudian membawanya ke kampung halamannya lokasi pesta digelar.
Acara tersebut sedianya dihadiri bakal dihadiri puluhan tamu. Namun, mereka berimprovisasi dengan hanya dihadiri keluarga terdekat, di mana mereka mengambil jarak aman.
Baca juga: Virus Corona, Tahanan Palestina Takut Berada di Penjara Israel yang Kotor dan Sesak
"Karena kondisi penyebarannya, maka kami terpaksa melaksanakan pesta tanpa tamu. Dihadiri oleh keluarga saya dan keluarganya," papar Sharaf.
Dalam foto yang beredar, Amarneh tampak berjalan mengenakan gaun putih panjang berkerudung. Dia terlihat mengenakan masker.
Sharaf yang tampil dengan setelan hitam juga memakai masker, kacamata, dan sarung tangan. Amarneh kini harus menjalani isolasi selama 14 hari.
Tindakan itu harus dia ambil karena sudah meninggalkan wilayah lockdown. Sehingga ada kekhawatiran jika dia terpapar virus corona.
Sharaf berkata, dia tidak merpermalasahkan jika harus diam di rumah selama 14 hari. Malah, dia berujar akan menganggapnya seperti bulan madu.
"Kita berbicara tentang 14 hari. Saya tidak apa-apa jika harus menemaninya selama satu bulan atau bahkan lebih," ujar dia.
Baca juga: [POPULER GLOBAL] Seks Ibu dan Anak di Moskwa | Israel dan Palestina Kompak Lawan Virus Corona
"tengah" - Google Berita
March 21, 2020 at 01:06PM
https://ift.tt/33CMAAg
Tetap Menikah di Tengah Virus Corona, Pasangan di Palestina Ini Pakai Masker - Kompas.com - KOMPAS.com
"tengah" - Google Berita
https://ift.tt/2STVLJo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment