
"Pemerintah menegaskan tidak ada larangan ekspor masker, tapi kami mengharapkan eksportir untuk memprioritaskan pemenuhan masker di dalam negeri saat ini," ujarnya dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/3).
Diketahui, masker dan hand sanitizer langka di pasaran sejak pemerintah mengumumkan dua WNII positif virus corona pada Senin (2/3) lalu. Fenomena ini dikenal dengan panic buying. Ironisnya, tidak cuma masker dan hand sanitizer, warga juga memborong sembako atau bahan pangan.
Akibat panic buying tersebut, sejumlah penjual masker dan hand sanitizer di online shop mematok harga sangat tinggi, yaitu di kisaran Rp500 ribu hingga jutaan untuk sekotak masker. Karenanya, Agus mengimbau penjual untuk tidak mematok harga selangit, terutama di tengah meluasnya wabah virus corona. "Imbauan ini juga ditujukan kepada distributor dan penjual pengecer," jelas Agus.
Dua hari belakangan, di apotek, warga panik dan membeli barang-barang kebutuhan kesehatan khususnya obat-obatan, antiseptik, dan masker dalam jumlah berlebihan. Di toko ritel dan supermarket, mereka memborong barang kebutuhan pokok atau sembako, seperti makanan instan, minuman kemasan, hingga popok bayi.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut terjadi lonjakan pengunjung toko ritel sekitar 10 persen sampai dengan 15 persen setelah Jokowi mengumumkan kabar itu.
(ara/bir)
"tengah" - Google Berita
March 04, 2020 at 04:47PM
https://ift.tt/32MZzzf
Mendag Tak Larang Ekspor Masker di Tengah Wabah Virus Corona - CNN Indonesia
"tengah" - Google Berita
https://ift.tt/2STVLJo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment