
Chairman The La Tofi School of CSR La Tofi mengatakan tantangan-tantangan yang muncul belakangan ini adalah karena krisis iklim, termasuk wabah korona, sehingga solusi berupa investasi hijau makin mendesak dilakukan. Lingkungan hidup yang lestari tidak lagi bisa dibantah sebagai sumber ekonomi yang abadi. Sehingga inilah saatnya perusahaan dan pemerintah berkolaborasi dalam inovasi untuk menjawab krisis iklim yang terjadi.
”Lebih dari 100 program yang terdaftar dalam Indonesia Green Awards tahun ini, luar biasa animo dari perusahaan. Yang membahagiakan adalah semakin meningkatnya jumlah program keanekaragaman hayati,” ungkap La Tofi saat pembukaan acara.
BUKTI NYATA: Pejabat Pengendali K3 dan Lingkungan PLN UIK TJB Kukuh Sudaryatmo mempresentasikan pengelolaan sampah terpadu di lingkungan PT PLN (Persero) UIK TJB Rabu (18/3). (PLN UIK TJB FOR RADAR KUDUS)
”Program dinilai berdasarkan suatu proses yang kolaboratif namun membawa cerita perubahan. Sehingga para pemangku kepentingan mengetahui persis bagaimana dampak sebelum dan sesudah program dijalankan,” lanjutnya.
Pada acara ini PLN UIK TJB berhasil meraih penghargaan The Best Program IGA 2020 melalui kategori pengembangan pengelolaan sampah terpadu dengan mengembangkan inovasi teknologi dalam penanganan sampah B3, fly ash dan bottom ash menjadi batako. Penghargaan diterima langsung Zubaidah, Vice President CSR PT PLN (Persero).
Tahun ini ada enam kategori yang dinilai dalam IGA 2020. Penanganan sampah plastik, penyelamatan sumber daya air, rekayasa teknologi dalam menghemat energi/penggunaan energi terbarukan, mempelopori pencegahan polusi, dan mengembangkan pengelolaan sampah terpadu.
”Menjadi The Best dalam IGA 2020 menjadi bukti bahwa PLN dikelola semakin baik dari tahun ke tahun dengan inovasi-inovasi pada program CSR yang kolaboratif dengan lingkungan hidup,” jelas Zubaidah.
Berbekal izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pemanfaatan FABA pada Agustus 2019, PLTU Tanjung Jati B memanfaatkan FABA menjadi batako, paving dan beton pracetak yang digunakan untuk pembangunan rumah warga tidak mampu di sekitar pembangkit mulai September 2019.
Dalam sekali bedah rumah tipe 42, diperlukan sekitar 1.600 buah batako. Hingga saat ini, PLN TJB telah berhasil memanfaatkan sekitar 56 ton FABA dari lima rumah yang direnovasi. Semangat ini diharapkan bisa menjadi pemacu untuk pemanfaatan yang lebih luas lagi.
”Jika pemanfaatan FABA bisa menjadi material pengganti bahan baku alam seperti pasir dan tanah, diharapkan kita mampu menyelamatkan jutaan ton pasir dan tanah untuk tetap berada di lokasinya. Mungkin sekian banyak bencana alam akibat aktivitas penambangan galian C bisa dicegah,” imbuh Zubaidah.
”Dimulai dari satu gagasan rumah FABA sederhana di Jepara, marilah kita lanjutkan dengan cerita perubahan tentang pengelolaan lingkungan di Indonesia. Dari Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) menjadi Bahan Berguna bagi Bangsa,” tutup Zubaidah.
(ks/zen/top/JPR)
"tengah" - Google Berita
March 20, 2020 at 06:47AM
https://ift.tt/3a10jU5
Di Tengah Korona, PLN TJB Raih The Best Program IGA 2020 - Jawa Pos
"tengah" - Google Berita
https://ift.tt/2STVLJo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment