
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava tren kenaikan penjualan juga terjadi sepanjang 2019, dimana penjualan perusahaan pun naik 7%. Tahun lalu penjualan BUMI mencapai 87 juta ton, sementara pada 2018 penjualan hanya 81 juta ton dengan produksi 83 juta ton
"Untuk penjualan Maret mungkin jumlahnya hampir sama. Sekitar 20-30% cost produksi kami adalah bahan bakar, apabila kami bisa mendapatkan impor bahan bakar maka seharusnya bisa mengurangi biaya," kata Dileep saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (19/03/2020).
Sementara untuk kinerja keuangan perusahaan 2019 menurut Dileep masih harus menunggu audit. Dileep mengatakan untuk target tahun ini perusahaan baru akan melakukan peninjauan kembali pada April 2020.
Saat ini 70% penjualan BUMI mengandalkan pasar ekspor. Dia memperkirakan harga batu bara sekitar US$ 60-70 per ton, sementara harga minyak justru bisa ambles hingga US$ 20 per barel.
Perusahaan dengan tambang batu bara terbesar ini juga menyambut positif pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017 tentang Penggunaan Asuransi dan Kapal Nasional Untuk Ekspor dan Impor Komoditas Tertentu. Artinya ketentuan yang mewajibkan penggunaan kapal nasional untuk ekspor batu bara akan dihapuskan.
"Saya mendengar kewajiban ekspor menggunakan kapal nasional sudah ditinjau ulang dan dicabut, tentu hal ini menjadi positif buat kami," kata Dileep.
Dia mengatakan sebagai perusahaan batu bara yangekspornya berbasis Free on Board (FOB), BUMI memastikan kliennya tidak mengalami kesulitan dalam menerima batu bara.
(dob/dob)"tengah" - Google Berita
March 20, 2020 at 12:27PM
https://ift.tt/2xVhwAb
Di Tengah Corona, Penjualan Batu Bara Bumi Naik 9% - CNBC Indonesia
"tengah" - Google Berita
https://ift.tt/2STVLJo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment