Rechercher dans ce blog

Saturday, February 15, 2020

Olahraga Lari 66 Kilometer di Tengah Wabah Covid-19? Bisa… di Dalam Rumah! - kompas.id

(PHOTO BY HANDOUT/ PAN SHANCU / AFP)

Foto milik Pan Shancu yang diambil pada 14 Februari 2020 ini menunjukkan Pan Shancu (44) sedang latihan lari di dalam kamar tidur dalam apartemennya di Hangzhou, China. Pelari jarak jauh itu berlari di dalam rumah saja dengan jarak ekuivalen dengan jarak ultramaraton.

Tidak bisa latihan lari di luar rumah gara-gara ketentuan karantina virus korona baru atau Covid-19 tidak membuat Pan Shancu (44) hilang akal. Tanpa pikir panjang, pelari jarak jauh itu akhirnya latihan lari berputar-putar di dalam rumah apartemennya saja.

Pan tidak punya pilihan lain karena saat ini negaranya menjadi pusat penyebaran wabah mematikan, Covid-19, yang menyebabkan sedikitnya 1.500 orang tewas. Meski situasinya mengkhawatirkan, pemerintah China tetap mendorong rakyatnya untuk tetap rutin berolahraga apapun caranya demi memperkuat ketahanan tubuh terhadap virus.

Masalahnya, tidak ada tempat latihan olahraga atau gelanggang olahraga yang buka. Semua tutup. Terpaksa warga pun berolahraga di dalam rumah dengan cara sesederhana.

Baca juga: Warga China Bersatu Hadapi Virus Korona

PHOTO BY WANG ZHAO / AFP

Seorang pria mengenakan masker saat berolahraga di sebuah taman di Beijing, Sabtu (15/2/2020).

Ada saja caranya tetangga-tetangga Pan. Ada yang bolak-balik mengangkat galon air, push-up dengan menggendong anak di punggung, dan ada juga yang berkali-kali naik turun tangga. Hanya demi mencari keringat. Namun, dari semua bentuk olahraga sederhana itu, Pan yang paling mindblowing.

Pan lari putar-putar di dalam rumahnya selama 6 jam 41 menit. Jaraknya tidak tanggung-tanggung, 66 kilometer. Ini sama saja dengan lari ultramaraton. Pan merekam seluruh proses lari putar-putarnya dalam apartemen sehingga bisa dilacak datanya. Ia lari mengelilingi meja ruang tamunya. Videonya itu lalu diunggah ke media sosial dan menjadi viral di China.

“Pertamanya, saya agak pusing. Tetapi lama-lama setelah putar-putar terus ya jadi biasa. Lari itu rasanya seperti kecanduan. Kalau tidak lari dalam waktu lama, kaki saya rasanya gatal,” kata Pan kepada kantor berita AFP melalui telepon dari Hangzhou, dekat Shanghai, China.

(PHOTO BY HANDOUT / PAN SHANCU / AFP)

Pemerintah China memberlakukan ketentuan karantina selama 14 hari bagi warga di daerah yang terkena dampak virus korona baru atau Covid-19. Tidak hilang akal, Pan Shancu akhirnya berolahraga di dalam rumah saja.

Pada satu bagian terlihat Pan lari sejauh 30 kilometer di dalam kamar mandinya saja. Video ini juga disiarkan langsung sehingga bisa dilihat banyak orang. Pan mengaku sengaja merekam proses olahraganya supaya bisa menginspirasi orang lain yang bernasib sama dengannya, harus terjebak di dalam rumah saja selama dua pekan.

“Orang sering tanya apa yang harus kita lakukan selama karantina. Ada yang inginnya makan-makan terus. Kalau saya, mau lari 100 kilometer,” kata Pan.

Orang sering tanya apa yang harus kita lakukan selama karantina. Ada yang inginnya makan-makan terus. Kalau saya, mau lari 100 kilometer.

Selama masa karantina ini, Partai Komunis yang berkuasa di China menyebarkan kampanye dengan model para atlet Olimpiade asal China yang mendemonstrasikan bagaimana orang bisa tetap sehat meski harus terkurung di dalam rumah. Meja, kursi, pintu, bahkan kusen jendela bisa berfungsi sebagai alat bantu olahraga.

Baca juga: Celah Baru Kontrol Negara di Tengah Wabah Korona

Kegiatan kreatif

Olahraga di dalam rumah ini diharapkan bisa dilakukan karena sekolah-sekolah masih tutup. Anak-anak didorong untuk melakukan kegiatan yang kreatif. Tidak hanya bermain games di komputer atau berkutat dengan telepon genggamnya saja.

“Kalau anak-anak kreatif, orangtua juga akan terbantu. Bisa olahraga misalnya jalan atau lari di tempat, push-up, sit-up, dan lain-lain,” kata pakar pemerintah Zhao Wenhua.

(PHOTO BY HANDOUT / PAN SHANCU / AFP)

Foto bertanggal 4 Februari 2020 ini memperlihatkan Pan Shancu berolahraga di atas tempat tidurnya di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.

Untuk mencari ide olahraga di rumah biasanya orang mencarinya lewat internet. Setelah ketemu, mereka bagi ke orang lain. Bilibili, platform bagi video yang popular menyebutkan konten-konten video terkait olahraga senam melonjak hingga hampir 50 persen pada periode 23 Januari hingga 5 Februari dibandingkan dengan data dua pekan sebelumnya.

Baca juga: Epidemi Covid-19, Ujian bagi Solidaritas

Peter Gardner (61), warga Inggris yang bekerja sebagai manajer operasional perusahaan Amerika Serikat dan tinggal di Tianjin, China, mengatakan bahwa ia diperbolehkan keluar dari apartemennya hanya selama 30 menit pada siang hari untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Agar bisa berolahraga, ia dua kali lari naik turun tangga darurat dari menara apartemen berlantai 17-nya tiga kali sehari.

“Bagus juga sebenarnya. Saya tidak bisa keluar minum-minum bir. Karena sering gerak, berat badan saya jadi turun tiga perempat kilo. Pasti kurus. Tidak ada tempat makan yang buka. Semua tutup. Saya makan seadanya saja karena memang tidak bisa beli makanan yang saya suka,” kata Gardner yang keluarganya telah meninggalkan China. (AFP)

Let's block ads! (Why?)



"tengah" - Google Berita
February 16, 2020 at 08:30AM
https://ift.tt/2SwrAHR

Olahraga Lari 66 Kilometer di Tengah Wabah Covid-19? Bisa… di Dalam Rumah! - kompas.id
"tengah" - Google Berita
https://ift.tt/2STVLJo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

Tornado Watch for parts of Middle Georgia - wgxa.tv

[unable to retrieve full-text content] Tornado Watch for parts of Middle Georgia    wgxa.tv "middle" - Google News December 30...

Postingan Populer