
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah kian panasnya konflik AS-Iran, mata uang Garuda masih mampu menguat. Pada perdagangan Kamis (09/10) Rupiah terapresiasi 0,14% di posisi 13.865 per Dolar AS. Dimana kondisi ini disebabkan terjadinya pelemahan greenback yang dipengaruhi pengalihan aset investor ke instrumen safe haven mata uang lain seperti Yen Jepang dan Franc Swis sehingga mempengaruhi Dolar indeks. Selain itu penguatan Rupiah ini juga didukung kian derasnya inflow asing ke SUN.
Seperti apa analis melihat faktor penguatan Rupiah? Selengkapnya saksikan dialog Muhammad Gibran dengan Researcher CNBC Indonesia, Irvin Avriano dalam Profit, CNBC Indonesia (Kamis, 09/01/2020)
"tengah" - Google Berita
January 09, 2020 at 01:06PM
https://ift.tt/2NbN0qt
Rupiah Kian Perkasa di Tengah Sentimen AS-Iran - CNBC Indonesia
"tengah" - Google Berita
https://ift.tt/2STVLJo
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment